Gunung Tongkor Kina ― Porto (Wae Rebo), Agustus 2015 [bag. 3]

“The wild animals seemed less predatory to him than people he had known.”
― Marjorie Kinnan Rawlings, The Yearling

Dalam perjalanan di bumi Flores, saya belajar bahwa konsep surga dan neraka, adalah sebuah fakta yang begitu nyata dalam manifestasi dualisme yang tak terpisahkan, seperti bayi dempet kembar siam yang berbagi organ vital sama. Tak terpisahkan, keduanya akan senantiasa bertautan. Flores, dengan keindahan alam yang meledak-ledak di setiap jengkal tanahnya, adalah sebuah representasi keindahan surga di bumi yang terbaik, namun masyarakatnya berada dalam kemiskinan yang putus asa dan mencemaskan. Penilaian saya mungkin terlalu dini dan naif. Kunjungan saya singkat dan diri saya adalah sebagai orang asing, tetapi di mata saya, Flores adalah gambaran surga dan neraka yang sangat kentara dan tidak bisa dikelabui. Continue reading “Gunung Tongkor Kina ― Porto (Wae Rebo), Agustus 2015 [bag. 3]”

Advertisements