Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (John Roosa [Ed.])

Selama bertahun-tahun, tidak pernah saya pertanyakan penjelasan sejarah yang mereka sampaikan. Saya juga tidak banyak memikirkan peristiwa 1965-66. Bagi saya, semuanya terasa seperti cerita-cerita usang dari masa lalu…
Tahun yang Tak Pernah Berakhir, hal. 25

Menjelang hari peringatan G30S yang lalu, halaman utama lini massa media sosial saya dipenuhi oleh berbagai artikel yang membahas peristiwa ini. Larut dalam keriuhan, saya memutuskan membaca buku yang membahas topik tersebut. Saya memilih untuk membaca buku Tahun yang Tak Pernah Berakhir, sebuah kumpulan essai sejarah mengenai kesaksian para penyintas korban peristiwa 1965. Saya membaca buku ini dalam format digital tentu saja (buku-buku yang ‘vulgar’ namun jujur menceritakan kengerian 1965, sangat sulit ditemukan di pasaran dalam bentuk kopian cetak asli. Terlebih untuk buku lain karya pengarangnya, John Rossa yang bertanggung jawab sebagai editor, dilarang beredar oleh Kejagung). Buku ini, yang merupakan kumpulan kesaksian dan kisah para penyintas korban 1965, langsung mengingatkan saya pada salah satu penyesalan terbesar saya di masa kanak-kanak lalu.

Continue reading

Advertisements

Gunung Lawu, Februari 2015

Sudah sejak lama sekali sih saya ingin mendaki Gunung Lawu. Bukan saja karena keindahannya yang menjadi buah bibir, tapi bagi saya, Gunung Lawu adalah salah satu keping puzzle paling menarik dalam sejarah nasional. Peristiwa G30S, peristiwa Reformasi 1998, kehidupan prasejarah Nusantara praabad V, dan terutama era transisi Hindu-Islam adalah beberapa peristiwa dalam sejarah nasional yang menarik minat saya karena begitu banyakanya keping puzzle yang hilang. Tidak pernah ada buku sejarah yang bisa menuliskan dengan lengkap dan memuaskan tentang apa saja yang terjadi pada periode gelap ini. Continue reading