Terbaik dan Terburuk di 2016

Fools have a habit of believing that everything written by a famous author is admirable. For my part I read only to please myself and like only what suits my taste.
― Voltaire, Candide

Betul, kamu sudah saya peringatkan sejak sekarang. Tulisan berikut pada dasarnya hanya berupa rangkuman daftar-daftar bacaan dan tontonan yang sudah saya saksikan sepanjang tahun 2016 kemarin. Tetapi tentu saja, akan diselingi oleh banyak omong kosong dan lanturan tak jelas. Kamu, sudah saya peringatkan. Haha. Continue reading

Gunung Phnom Aoral (Kamboja), Agustus 2015 [bag. 2]

“At Ongcor [Angkor], there are …ruins of such grandeur… that, at the first view, one is filled with profound admiration, and cannot but ask what has become of this powerful race, so civilized, so enlightened, the authors of these gigantic works?”

—Henri Mouhot, Travels in the Central Parts of Indo-China (Siam), Cambodia, and Laos During the Years 1858, 1859, and 1860

Perjalanan saya ke Kamboja adalah perjalanan untuk belajar mengenai penerimaan. Penerimaan bahwa apa yang kita miliki tidak sedahsyat yang kita kira–ada langit di atas langit, penerimaan bahwa keragaman sosial-budaya-historis tiap negara adalah unik, penerimaan bahwa sifat dasar manusia tak bisa ditentukan baik dan jahat semata, penerimaan bahwa dengan mengunjungi tempat lain akan memperluas cakrawala pemahaman kita untuk mengerti makna eksistensi kita. Meskipun itu harus dilakukan dengan cara yang menghentak, kadang.  Continue reading