Peak District National Park, Derbyshire, Inggris [bag. 2]

But the fool on the hill
Sees the sun going down
And the eyes in his head
See the world spinning round

― The Beatles, The Fool on the Hill

Jika saya menjadi seorang Julie Andrews maka saya sudah pasti menari-nari, melompat-lompat, bahkan berguling-guling sambil menyanyikan lagu seperti yang dia lakukan di film klasik fenomenal The Sound of Music (1965). Tentu saja saya tak melakukan itu semua karena akan tampak konyol jika dilihat orang lain, haha, meski saya tetap melakukan guling-guling di atas rumputnya sih. Di sini, udara terasa ringan. Tak beraroma, tak ada rasa panas atau dingin, tanpa ada kelembapan, tak mengandung butiran apapun murni seperti habis disuling. Tak ada beban sama sekali saat menghirupnya, membuat saya menghirup udara begitu perlahan tanpa ada ketergesaan. What a wonderful air! What a wonderful air! What a wonderful air! Saya mengucapkan mantra ini berkali-kali dengan mata terpejam sambil mengambil nafas dengan indera berusaha mengecap segala rasa di sekitar. Ah, siapa sangka jika tak jauh dari bukit permai dengan padang rumput hijau membentang luas ini, terdapat bayang-bayang kisah masa lalu yang kelam dan pedih. Bagian Peak District National Park yang saya datangi memang tak hanya menyajikan panorama memukau, tetapi juga keping sejarah masa lampau yang penuh kejayaan dan kemuraman. Continue reading “Peak District National Park, Derbyshire, Inggris [bag. 2]”

Advertisements

Peak District National Park, Derbyshire, Inggris [bag. 1]

Penny Lane is in my ears and in my eyes
There beneath the blue suburban skies
I sit, and meanwhile back

The BeatlesPenny Lane

Seperti halnya Varanasi bagi umat Hindu, atau Jerusalem bagi umat Yahudi/Kristen/Islam, saya juga punya ‘kota suci’ versi saya sendiri. Kesempatan untuk mengunjunginya telah menjadi semacam ziarah singkat yang sudah lama saya idam-idamkan. Sebuah pelawatan yang akan menyentuh salah satu kelokan dari kenangan, mimpi, hasrat, cita-cita, imajinasi, obsesi, bahkan pemujaan. Ritual harian saya yang senantiasa memutar lagu-lagu lawas di pagi hari entah untuk menemani saya membaca buku atau mengerjakan tugas-tugas harian, sudah pasti memasukan lagu-lagu The Beatles di dalam daftar putarnya. Bahkan The Beatles menjadi satu diantara dua artis yang semua lagu-lagunya dari segala album yang pernah mereka keluarkan ada dalam daftar musik yang saya putar di ponsel. Ya, kamu bisa menebak kemana semua ini akan bermuara. Saya akan melakukan ziarah suci ke kota Liverpool, Inggris, tempat lahirnya dua kenangan dan obsesi masa kecil yang terus bertahan hingga hari ini; band fenomenal The Beatles dan klub sepakbola Liverpool Football Club. Dan tentu saja, bagi seorang penggila jalan kaki di alam bebas seperti saya, juga sekalian termasuk trekking di taman nasional tertua di Inggris, Peak District National Park. Continue reading “Peak District National Park, Derbyshire, Inggris [bag. 1]”