Gunung Tongkor Kina ― Porto (Wae Rebo), Agustus 2015 [bag. 1]

“He lay down beside the fawn. He put one arm across its neck. It did not seem to him that he could ever be lonely again.”
― Marjorie Kinnan Rawlings, The Yearling

Oke, saya melakukan sedikit kebohongan di sini. Meski judul tulisan ini memakai dua nama gunung sekaligus, tetapi saya tidak mendaki kedua puncaknya. “Sedikit”, karena pada nyatanya saya memang mendaki selama hampir 5 jam untuk mencapai sebuah tempat yang diapit kedua gunung tsb. Sebuah tempat yang mengingatkan saya bahwa saya seolah pulang kembali ke rumah meski saat itu saya sedang jauh dari kampung halaman. Nyaman, tenteram, damai, sejuk, dan tentu saja indah, rumah itu bernama “Wae Rebo”. Continue reading

Advertisements

Gunung Lawu, Februari 2015

Sudah sejak lama sekali sih saya ingin mendaki Gunung Lawu. Bukan saja karena keindahannya yang menjadi buah bibir, tapi bagi saya, Gunung Lawu adalah salah satu keping puzzle paling menarik dalam sejarah nasional. Peristiwa G30S, peristiwa Reformasi 1998, kehidupan prasejarah Nusantara praabad V, dan terutama era transisi Hindu-Islam adalah beberapa peristiwa dalam sejarah nasional yang menarik minat saya karena begitu banyakanya keping puzzle yang hilang. Tidak pernah ada buku sejarah yang bisa menuliskan dengan lengkap dan memuaskan tentang apa saja yang terjadi pada periode gelap ini. Continue reading