Terbaik dan Terburuk di 2018

“I think that most of us feel like something is missing from our lives. And I wondered then if Knight’s journey was to seek it. But life isn’t about searching endlessly to find what’s missing. It’s about learning to live with the missing parts.”
Michael Finkel, The Stranger in the Woods: The Extraordinary Story of the Last True Hermit

Siklus kembali bergulir. 365 hari bukanlah waktu yang sebentar, banyak hal yang bisa dan telah saya lakukan sepanjangnya. Tak semuanya berisi suka cita tentunya. Dari ke-365 hari terlewat itu, sebagian tentu saja terasa berat dijalani dulunya, tetapi sekarang saat ditinjau kembali, malah terasa menggelikan dan sepele. Well, seperti biasa, saya akan menceritakan pengalaman-pengalaman saya sepanjang tahun 2018 yang lalu lewat pembacaan buku, penyaksian film, dan pendakian gunung.

Continue reading “Terbaik dan Terburuk di 2018”

Advertisements

Gunung Manglayang, April 2015

“April is the cruelest month, breeding
lilacs out of the dead land, mixing
memory and desire, stirring
dull roots with spring rain.”
― T.S. Eliot, The Waste Land

The Waste Land, telah resmi menjadi book of the month saya di bulan April. Banyak elemen di buku ini yang begitu bertalian erat dengan kehidupan saya di bulan April, setidaknya beberapa hari menjelang bulan April.

April adalah bulan terkejam, semaikan. Saya merasa, April tahun ini benar-benar menjadi lebih bengis daripada bulan lainnya. Menjelang April, dunia saya mengalami jungkir balik karena terjadi peristiwa yang tak mengenakkan. Bahkan salah satu peristiwa paling membuat-langit-terasa-runtuh terjadi di bulan April tahun ini. Emang sedikit lebay sih, tapi setidaknya, saat itu, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir udara yang saya hirup terasa lebih pekat dan berat daripada biasanya. Sampai-sampai, teman-teman saya yang membaca timeline Path saya merasa janggal dengan saya yang baru–untungnya hal tsb tidak saya bagikan juga di timeline FB saya. Bisa-bisa saya dicap anak alay. Haha. Continue reading “Gunung Manglayang, April 2015”