Gunung Sindoro, Januari 2018

“What is the good of your stars and trees, your sunrise and the wind, if they do not enter into our daily lives? They have never entered into mine, but into yours, we thought–Haven’t we all to struggle against life’s daily greyness, against pettiness, against mechanical cheerfulness, against suspicion? I struggle by remembering my friends; others I have known by remembering some place–some beloved place or tree–we thought you one of these.”
― E.M. Forster, Howards End

Ketika saya masih SD (mungkin kelas 5 SD, saya tak ingat persis), salah satu tontonan favorit saya adalah acara-acara petualangan di kanal Discovery. Dalam sebuah episode yang mengisahkan para petualang yang mengalami cedera saat melakukan olahraga ekstrem di alam liar, tayangan tsb (sayang saya lupa judul serialnya) berulang kali menyorot tulisan besar yang ada di papan peringatan di kawasan Rocky Mountains yang terjal-terjal namun berpemandangan menawan yang bertuliskan “Mountains doesn’t care!” Kelak bertahun-tahun kemudian di masa SMA, ketika saya memulai mencoba bertualang  dengan berkemah di hutan dan gunung, saya mulai memahami apa makna dari frasa dan peringatan itu secara sesungguhnya. Kita bisa berikrar, mendeklamasikan, atau membual bahwa kita mencintai gunung. Tapi kenyataannya gunung tak mencintai kita. Gunung tak pernah peduli baju apa yang kita kenakan atau bekal yang kita bawa. Tapi jika memakai baju dan bekal ala kadarnya, “hukuman” dari gunung bisa begitu fatal mengerikan. Atau saat kita bertindak ceroboh tak mengikuti aturan, tak ada toleransi yang diberikan oleh gunung. Gunung punya jiwa, semangat, pesona, keindahan dan juga kebrutalannya sendiri. Kesenangan dan keselamatan kita tak menjadi perhatiannya. Ketika seorang pendaki mengabaikan kenyataan ini dimana dia melakukan kesenangan tanpa memerdulikan keselamatan, bersiaplah menghadapi resiko mengerikan. Saat pendakian ke Sindoro lah, saya masih mendapati perilaku pendaki gegabah itu, dalam konsekuensi yang begitu buruk. Mungkin ini adalah salah satu “kecelakaan” terburuk yang pernah saya hadapi secara langsung saat mendaki dalam 10 pendakian gunung terakhir. Continue reading “Gunung Sindoro, Januari 2018”

Advertisements